Matari Welcome

Selamat Datang di Matari sehati Yogyakarta

Infeksi Menular Seksual

19.40 Posted In , , , Edit This 0 Comments »
Apa itu Infeksi Menular Seksual (IMS)?

IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, oral seks atau anal seks. IMS juga disebut penyakit kelamin atau penyakit kotor. Namun itu hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Istilah Infeksi Menular Seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularannya. Tanda-tandanya tidak selalu ada di alat kelamin. Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati,otak dan bagian tubuh lainnya. Contohnya HIV/AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini.

Mengapa Saya Harus Tahu tentang IMS?

Kalau kita sudah pernah berhubungan seksual, maka kita dapat terkena IMS, walaupun mungkin kita cuma pernah berhubungan seksual satu kali saja.


Apa Bahaya IMS?

  • IMS membuat kita sakit-sakitan
  • IMS membuat kita mandul
  • IMS dapat merusak penglihatan, otak dan hati.
  • IMS dapat ditularkan pada bayi
  • IMS mempermudah kita tertular HIV/AIDS
  • IMS tertentu seperti HIV dan Hepatitis B dapat mengakibatkan kematian.

Apa Saja Jenis-jenis IMS itu?

IMS ada banyak sekali jenisnya. Beberapa diantaranya yang paling penting adalah :

  • GO ( Kencing Nanah)
  • Klamidia
  • Herpes
  • Sifilis (Raja singa)
  • Jengger Ayam
  • Hepatitis
  • HIV/AIDS

Apa Semua IMS dapat Disembuhkan?

Tidak semua IMS bisa diobati. HIV/AIDS, Herpes, Jenger Ayam dan Hepatitis termasuk jenis-jenis IMS yang tidak bisa disembuhkan. HIV/AIDS termasuk paling berbahaya. HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan dan merusak kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit apapun. Akibatnya, orang menjadi sakit-sakitan dan banyak yang meninggal karenanya. Sementara Herpes, sering kambuh dan sangat nyeri kalau kambuh. Pada Herpes, yang diobati cuma gejala luarnya saja, tetapi bibit penyakitnya akan tetap hidup di dalam tubuh selamanya. Catat ! Hepatitis juga tidak bisa disembuhkan. Walau begitu, ada jenis Hepatitis tertentu yang bisa dicegah dengan imunisasi.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Kita Terkena IMS?

Kalau terkena IMS atau curiga terkena IMS :

  • Cepat ke dokter ! IMS harus diobati, tetapi jangan mengobati sendiri. Dokter saja perlu melakukan tes untuk memastikan IMS yang diderita pasiennya. Obat IMS juga berbeda-beda tergantung jenis IMS-nya. Cuma dokter yang tahu obat paling tepat untuk IMS yang diderita. Pergilah ke dokter, klinik, puskesmas atau rumah sakit. ikuti saran dokter atau petugas kesehatan dan habiskan semua obatnya meski sakit dan gejalanya sudah hilang. Ajak atau anjurkan semua pasangan seks yang Anda ketahui untuk juga berobat.
  • Jangan melakukan hubungan seks selama dalam pengobatan IMS.
  • Beberapa IMS meskipun diobati, tidak bisa disembuhkan dan sifatnya kumat-kumatan. Herpes misalnya, akan kumat pada waktu-waktu tertentu.
  • Tes IMS tidak selalu dilakukan kecuali kalau perlu. Biasanya dokter memeriksa berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang kita rasakan. Jawablah semua pertanyaan dokter dengan jujur supaya ia dapat memberikan obat yang tepat.

Sumber: Divisi Media, PKBI-DIY

Ingin konseling gratis tentang masalah-masalah yang dihadapi seperti coming out, pacaran, atau masalah seksualitas dan orintasi seksual dapat menghubungi Devisi Konseling Matari Sehati di nomor: 0819-3119-1780(no SMS). Atau kirim email anda dengan subject: Konseling yang disertai data diri ke matarisehati@gmail.com


PENYAKIT HEPATITIS / LIVER

19.16 Posted In , Edit This 0 Comments »
Hepatitis adalah proses peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus, dari perjalanan penyakit ini dibedakan menjadi dua, yakni; hepatitis akut dan hepatitis kronis. Hepatitis kronis sendiri bila penyakit liver ini masih berjalan selama enam bulan.

Macam-macam Virus Hepatitis:

  • Virus Hepatitis A (VHA)

Hepatitis A lebih banyak diderita oleh anak-anak dan orang muda. Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan/minuman yang terkontaminasi oleh feses penderita, bisa juga melalui konsumsi kerang yang terkontaminasi virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis. Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning/ikterik.

  • Virus Hepatitis B (VHB)

Hepatitis B merupakan bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penularannya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, hubungan seksual, air liur, feses, juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Hepatitis virus yang akut dapat sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis. Semakin muda usis terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Hepatitis kronis akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari.

  • Virus Hepatitis C ( Non A dan Non B parental)

Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan berkembang menjadi sirosis hati dan dapat berpotensi menjadi hepatoma. Sebagian besar penderita hepatitis C tidak menunjukan gejala. Seperti halnya hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah, selain itu mungkin juga melalui hubungan seksual, penggunaan sikat gigi secara bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya.

  • Virus Hepatitis D (VHD)

Virus hepatitis D hanya dapat ditemukan pada penderita hepatitis B, karena untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak langsung juga mencegah hepatitis D.

  • Virus Hepatitis E ( Non dan Non B enteric)

Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feses. Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di daerah yang tingkat kesehatan dan sanitasinya buruk, dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil.


Penyebab-penyebab terjangkitnya penyakit hepatitis antara lain; virus, bakteri, parasit, alcohol, obat-obatan, bahan kimia yang hepatotoksik, cacing dan gizi buruk.


Gejala Klinis Penyakit Hepatitis

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit hepatitis ini terbagi dalam empat stadium, antara lain :

  • Masa Tunas

Sejak masuknya virus ke dalam tubuh sampai timbul gejala, kerusakan sel-sel hati terutama terjadi pada stadium dini.

  • Fase Prodonal

Timbul keluhan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual muntah, nyeri sendi diare, pegal-pegal, karena mirip flu disebut sindroma flu.

  • Fase Ikterik

Suhu menurun, air seni seperti teh, bagian putih bola mata dan kulit menjadi kekuning kuningan (ikterik). Fase ini berlangsung 2-3 minggu.

  • Fase Penyembuhan

Dalam fase ini keluhan mulai menghilang, warna kuning mulai menghilang. Penderita lebih nampak segar, penyembuhan sempurna secara klinis dan laboratorium memerlukan waktu sekitar 6 bulan.

Sumber : Dikutip dari paketlever.wordpress.com


Matari Facebook

Profil Facebook Matari Sehati Yogyakarta

Matari Search

Custom Search